Ini Dia 4 Perawatan Wajib untuk Sepeda Listrik Agar Lebih Awet

Seolah sudah menjadi trend kini semakin banyak pengguna sepeda listrik di sekitar Anda, kalau memang merasa tertarik mengapa tidak membelinya? Sepeda satu ini memang dirancang menggunakan energi listrik sehingga tidak perlu dikayuh ataupun diisi dengan bahan bakar jenis apapun. Modelnya memang beragam dan sebagian besar juga disediakan sadel sehingga bisa dikayuh ketika melintasi jalanan yang tidak rata, banyak tikungan, ataupun menanjak agar tidak lekas rusak.

Sepeda ini bisa dengan mudah ditemukan di dekat Anda, paling gampang adalah menyusuri pusat perbelanjaan. Namun bisa mencari informasi lebih lanjut untuk mengetahui alamat pasti toko yang menjual sepeda jenis ini. Kalau kesulitan juga pertimbangkan untuk mengandalkan situs belanja online atau marketplace, sehingga bisa menyaring penjual sepeda elektrik ini yang berdomisili di kota yang sama. Setelah menemukan yang cocok baik dari segi model, spesifikasi, dan juga harga maka jangan terlupa untuk merawatnya.

Perawatan Wajib untuk Sepeda Elektrik

Sepeda Listrik

Perawatan pada kendaraan tentu bersifat wajib, dan menjadikan sepeda elektrik ini lumayan tahan lama dan tahan banting. Maka berikut beberapa perawatan yang wajib dilakukan:

1. Selalu rutin memeriksa kondisi rem
Sepeda jenis apapun tentu membutuhkan rem yang prima sebab bisa menentukan keselamatan selama di jalan. Hal serupa berlaku untuk sepeda elektrik ini yang malah menjadi kewajiban mengecek kondisi remnya setiap pagi. Minimal sesaat sebelum digunakan sehingga ketika ada error entah seret atau semacamnya bisa langsung ditangani.

2. Baiknya dicharge secara teratur
Berhubung sepeda listrik menggunakan sistem baterai yang dicharger maka wajib pula mengisi baterainya secara berkala. Kenali betul spesifikasinya sebab sepeda jenis ini memiliki jarak tempuh maksimal yang musti dijaga betul-betul agar tidak kehabisan baterai di tengah jalan. Idealnya meski tidak dipakai baterai tetap dicek apakah masih penuh atau tidak, rajin dicharge bisa menjadikannya awet. Kemudian segera charge baterai ketika tinggal 20% sehingga jangan sampai sepeda mati total.

3. Perhatikan lama waktu pengisian daya baterai
Meski perlu rajin dicharge bukan berarti harus kebablasan, maksudnya disini adalah jangan sampai terlalu lama. Perhatikan betul durasi pengisian baterainya untuk mencegah pengisian berlebihan sebab bisa membuatnya soak. Secara umum baterai sepeda elektrik perlu dicharge antara 5-6 jam, namun demi keamanan cek dulu buku panduannya. Durasi yang kurang ataupun berlebihan bisa berdampak buruk bagi kondisi baterai maka jangan sampai asal dicharge saja.

4. Hindari jalanan yang menanjak
Pada dasarnya sepeda elektrik tidak dirancang untuk medan yang sulit sehingga lebih ideal dipakai masyarakat perkotaan dengan jalanan rata dan landai. Kalau memang terpaksa Anda dijamin akan menjumpai jalanan menanjak, baiknya dituntun saja jangan dipaksa dinaiki. Mengapa? Sebab jalanan menanjak bisa merusak kekuatan mesin sepeda ini sehingga menjadikan umurnya lebih pendek. Memperhatikan penggunaannya akan memberi jaminan sepeda lebih awet.

Sepeda jenis ini memang memiliki beberapa keterbatasan, seperti tidak bisa diajak melewati jalanan menanjak, kalah cepat dengan sepeda konvensional, dan sebagainya. Namun dibalik kekurangan ini Anda pun menjumpai beberapa kelebihan, seperti irit karena tidak memakai BBM, bebas polusi, dan harga yang lebih ekonomis. Sekiranya sepeda hanya dipakai untuk perjalanan pendek seperti pulang pergi ke kantor dengan perjalanan tidak sampai 10 menit. Maka jauh lebih efisien memakai sepeda listrik dibandingkan dengan sepeda konvensional, sehingga bisa dijadikan pertimbangan dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *